Lulusan Program studi Ilmu Jurnalistik dapat bekerja sebagai wartawan baik sebagai reporter, fotografer, cameraman, lay-outman, redaktur pelaksana, pemimpin redaksi, maupun pemimpin perusahaan, news presenter, news anchor, field reporter, news producer, tv programmer, production house staff, talent scouting, camera person, audio visual editor, dubber, tv mixer, tv switcher, floor director, tv news producer, radio programmer, radio reporter. Lulusan tersebut dapat bekerja di media massa cetak (suratkabar, majalah, tabloid, kantor berita) maupun elektronik (radio, televisi, media on-line). Selain itu, lulusan juga dapat bekerja di instansi pemerintah maupun swasta.
Lapangan pekerjaan bagi lulusan Program studi Ilmu Jurnalistik saat ini semakin luas karena sejak era reformasi, pemerintah memberi kebebasan penerbitan pers. Untuk memenuhi kebutuhan informasi itulah maka banyak bermunculan media massa yang baru, baik stasiun radio, stasiun televisi, surat kabar, majalah, tabloid, kantor berita, dan media on-line. Media massa tersebut tidak hanya terdapat di Jakarta, tetapi juga di daerah lain, di seluruh Indonesia. Lulusan Program studi Ilmu Jurnalistik dapat bekerja di media massa yang jumlahnya banyak tersebut.
Selama kuliah, mahasiswa Program studi Ilmu Jurnalistik diajarkan cara meliput ke lapangan, melakukan wawancara, menulis berita (spot news, reportase, investigasi), menulis feature, artikel, kolom, tajuk rencana, pojok, karikatur, serta membuat resensi. Selain itu, mahasiswa juga diajarkan cara menyeleksi dan mengedit berita atau tulisan lainnya. Selain itu juga dibekali dengan manajemen media massa. Pengetahuan tersebut diberikan untuk bekal bekerja di media cetak, televisi, radio, dan media on-line.
Mahasiswa juga diberikan kesempatan mempraktikkan ilmunya dengan Kuliah Kerja Lapangan di media massa. Di bidang media cetak, mahasiswa dibekali juga dengan kemampuan membuat sebuah media massa cetak yang dikerjakan berkelompok.



